Klausul Bunuh Diri Di Dalam Polis Asuransi Jiwa

 

Di dalam polis asuransi jiwa biasanya tercantum beberapa kondisi yang menyebabkan pertanggungan tidak berlaku. Dalam asuransi jiwa kondisi tersebut dinamakan pengecualian. Salah satunya adalah mengenai bunuh diri.

Setiap perusahaan asuransi jiwa tentunya memiliki aturannya masing-masing yang tercantum di dalam polis. Tetapi pada umumnya menyebutkan ketentuan yang berkaitan dengan bunuh diri. Ketentuan ini menyebutkan bahwa tertanggung yang meninggal akibat bunuh diri yang terjadi dalam waktu 2 (dua) tahun dari tanggal penerbitan polis mengakibatkan pertanggungan tidak berlaku. Dalam hal ini ahli waris tidak akan menerima uang pertanggungan dari perusahaan asuransi jiwa.

Sebaliknya, bila bunuh diri tersebut terjadi setelah 2 (dua) tahun dari tanggal penerbitan polis maka perusahaan asuransi jiwa memiliki kewajiban untuk membayarkan uang pertanggungan kepada ahli waris.

Namun, sekali lagi periksalah pasal pengecualian di dalam polis asuransi jiwa Anda. Karena mungkin saja ketentuan mengenai klausul bunuh diri ini berbeda.

Selamat Datang Asuransi Pendidikan ProGraduate, Selamat Tinggal ProSiswa Platinum

  

News update: ProGraduate akan ditutup penjualannya untuk polis baru efektif per tanggal 31 Desember 2017

Manulife sudah tidak lagi menjual asuransi pendidikan ProSiswa Platinum mulai tanggal 26 Maret 2012. Kini, produk asuransi pendidikan jenis tradisional dari Manulife bernama ProGraduate.

Berbeda dengan ProSiswa Platinum yang memberikan pembayaran tunai terjadwal mulai dari anak memasuki sekolah dasar hingga perguruan tinggi. ProGraduate merupakan asuransi pendidikan yang diperuntukan bagi orang tua yang ingin menyiapkan biaya pendidikan di perguruan tinggi bagi putra-putri mereka.

Pembayaran tunai sebesar maksimum 250% diberikan mulai anak memasuki perguruan tinggi pada usia 18 tahun hingga anak lulus kuliah di usia 23 tahun.

Besarnya persentase pembayaran tunai tersebut, yaitu:

  • Usia 18 sebesar 120 %
  • Usia 19 sebesar 15 %
  • Usia 20 sebesar 15 %
  • Usia 21 sebesar 15 %
  • Usia 22 sebesar 15 %
  • Usia 23 sebesar 70 %

Selanjutnya

Asuransi Jiwa Term Life Atau Whole Life

 

Asuransi jiwa term life dan whole life termasuk ke dalam jenis asuransi jiwa tradisional. Masing-masing tipe memiliki karakteristik tersendiri sehingga fungsinya juga berbeda. Sebelum memutuskan membeli asuransi jiwa, ada baiknya mengetahui perbedaan dari kedua tipe tersebut.

 

Asuransi Jiwa Term Life

Asuransi jiwa term life memberikan manfaat perlindungan dalam jangka waktu tertentu biasanya mulai dari satu hingga 20 tahun. Rate premi tetap selama masa pertanggungan tersebut. Setelah masa pertanggungan berakhir, polis dapat diperpanjang ataupun diperbaharui. Namun, premi akan naik sesuai dengan meningkatnya usia tertanggung. Rate premi asuransi ini lebih murah jika dibandingkan dengan whole life.

Uang Pertanggungan (UP) hanya akan keluar apabila terjadi klaim selama masa pertanggungan. Bila sampai akhir masa pertanggungan tidak terjadi klaim maka tidak ada manfaat nilai tunai yang dapat diambil (premi yang dibayar hangus).

Jika membeli asuransi term life, berarti Anda berencana pada saat tertentu tidak lagi membutuhkan perlindungan asuransi jiwa. Oleh sebab itu memiliki asuransi term life juga harus diikuti dengan program menabung dan berinvestasi. Selain itu, Anda juga harus berusaha untuk bebas dari hutang. Pada saat telah memiliki aset yang cukup, perlindungan asuransi jiwa tidak lagi dibutuhkan. Kalaupun pada saat itu terjadi risiko kematian, keluarga yang ditinggal dapat tetap hidup dengan standar yang sama. Sebagian besar orang memiliki asuransi term life sampai usia pensiun ataupun pada saat semua hutang sudah lunas.

 

Selanjutnya

Pre-Existing Condition Di Dalam Asuransi Kesehatan

 

Pre-Existing Condition (Keadaan Yang Sudah Ada Sebelumnya) merupakan istilah yang terdapat di dalam polis Asuransi Kesehatan. Arti dari Pre-Existing Condition yaitu segala jenis penyakit, kondisi atau cedera baik yang tanda atau gejalanya diketahui ataupun tidak, baik telah mendapatkan perawatan/pengobatan/saran/konsultasi dari Dokter ataupun tidak, baik telah didiagnosis ataupun tidak sebelum tanggal penerbitan Polis.

Pre-Existing Condition ini bisa merupakan kondisi penyakit yang umum sampai pada kondisi yang serius seperti asma, tekanan darah tinggi maupun penyakit jantung.

Perusahaan asuransi biasanya akan menetapkan periode waktu tunggu sebelum perlindungan dapat berlaku. Penggantian klaim hanya akan diberikan setelah periode waktu tunggu tersebut berakhir.

Contoh: Bapak Dani menderita penyakit tekanan darah tinggi. Ia membeli asuransi kesehatan dengan periode waktu tunggu selama 24 bulan untuk Pre-Exisiting Condition. Jika sebelum 24 bulan Pak Dani menjalani rawat inap karena penyakit tekanan darah tinggi, maka perusahaan asuransi tidak akan mengganti klaim tersebut. Perusahaan asuransi hanya akan mengganti klaim rawat inap akibat penyakit tekanan darah tinggi, bila telah melewati batas waktu 24 bulan. Namun, apabila sebelum 24 bulan Pak Dani menjalani rawat inap karena demam berdarah maka klaimnya akan diganti karena bukan merupakan Pre-Existing Condition.

HOT NEWS

PROMO JANUARI 2020: DISKON 5%-10% SELAMA masa bayar untuk program whole life non unit link MANULIFE ESSENTIAL ASSURANCE* S&K Berlaku

CONTACT INFO

Dessy Riyanti
Manulife Branch Jakarta Gamma Fortuna

Sampoerna Strategic Square

South Tower Lt. 6

Jl.Jend Sudirman Kav.45 - 46

Jakarta 12930 

 

No. Lisensi : 11451067

 

 

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Hp/WA/Telegram 0813 1809 8351

 

Disclaimer: Ini bukanlah website resmi asuransi jiwa Manulife Indonesia melainkan blog pribadi yang ditujukan untuk memberikan informasi seputar asuransi jiwa dan produk-produk yang tersedia di Manulife.