Jenis Investasi

 

Asuransi dan investasi seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Di satu sisi asuransi berfungsi sebagai proteksi atau perlindungan dari kerugian finansial yang mungkin timbul akibat kematian. Sementara pada sisi yang lain investasi berperan dalam mempertahankan atau meningkatkan daya beli suatu aset.

Sebelum berinvestasi, seorang investor harus terlebih dahulu mengetahui tujuan yang ingin dicapai serta jangka waktu investasi yang diinginkan untuk mencapai hasil tertentu. Hal-hal yang menjadi kriteria diantaranya risiko, hasil dan likuiditas. Penting untuk diperhatikan bahwa semakin tinggi hasil investasi maka semakin tinggi pula risiko investasinya.

 

Berdasarkan hasil yang diperoleh dan kemungkinan risiko, jenis investasi terbagi menjadi:

Pasar Uang

Pasar Uang merupakan instrumen investasi atau surat utang negara (sun) yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Instrumen ini memiliki risiko yang rendah karena itu hasil investasinya juga rendah. Jenis investasi ini baik untuk tujuan jangka pendek.

Keuntungan menginvestasikan dana di instrumen ini diantaranya memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, keamanan pokok tabungan serta hasil investasi yang kompetitif.

Namun, kekurangannya yaitu mempunyai tingkat bunga yang rendah dibandingkan dengan investasi lain, karena merupakan investasi jangka pendek maka investor harus terus-menerus menginvestasikannya kembali pada saat jatuh tempo dengan hasil investasi yang mungkin berbeda.

Dana di pasar uang ini diinvestasikan dalam bentuk:

  1. Deposito berjangka/Time Deposit pada Bank Asing dan Pemerintah
  2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) pada Bank Indonesia
  3. Surat Utang Negara (SUN) yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun

 

Obligasi/Surat Hutang/Bond

Obligasi adalah surat pernyataan hutang yang diterbitkan oleh pemerintah atau badan usaha Indonesia dimana penerbit akan membayar bunga dengan tingkat suku bunga dan waktu tertentu serta membayar nilai pokok hutang pada saat jatuh tempo. Instrumen ini berada di tengah-tengah dimana peluang hasil dan risikonya sedang. Jenis ini baik untuk tujuan jangka menengah.

Keuntungan berinvestasi di obligasi yaitu memproteksi modal pokok dan mendapatkan arus penghasilan tetap (pembayaran bunga secara periodik). Obligasi pada umumnya juga memberikan tingkat suku bunga yang lebih baik dibandingkan dengan tingkat suku bunga Deposito dan SBI.

Coupon Rate atau kupon obligasi merupakan tingkat bunga yang dijanjikan oleh penerbit untuk dibayarkan secara berkala dan diberikan dalam bentuk kupon untuk setiap waktu pembayaran.

Risiko yang dihadapi investor yang berinvestasi di obligasi yaitu:

  1. Hasil investasi dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Apabila suku bunga naik, maka nilai obligasi turun. Sementara jika suku bunga turun, maka nilai obligasi naik.
  2. Risiko kredit jika badan usaha penerbit obligasi tsb pailit/bankrut.
  3. Risiko likuiditas berupa kegagalan penerbit obligasi membayarkan‘coupon rate’ dan modal pokok pada saat jatuh tempo.

 

Saham/Ekuitas

Saham/Ekuitas yaitu surat pernyataan kepemilikan atas suatu perusahaan yang sudah go public (terbuka) serta diterbitkan oleh perusahaan yang bersangkutan dalam upaya untukmendapatkan dana dari masyarakat. Instrumen ini baik untuk investasi jangka panjang karena memberikan hasil yang tinggi namun juga paling berisiko dibanding jenis investasi pasar uang dan obligasi.

Kelebihan dari jenis investasi ini adalah adanya peningkatan modal pokok, memiliki pertumbuhan yang agresif untuk investasi dalam jangka waktu panjang serta menghasilkan return/hasil yang sangat menarik.

Return/hasil yang diberikan saham menjadi daya tarik karena jauh diatas bentuk investasi lain seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan meningkatnya keuntungan perusahaan.

Namun risiko yang harus ditanggung juga besar diantaranya risiko negara berupa kebijakan, sektor yang dipilih, perusahaan dan pasar. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan,kecepatan dan juga keberanian mengambil risiko untuk berhasil berinvestasi di pasar saham.

 

Investasi Berbasis Syariah

Selain tiga instrumen di atas, terdapat pula jenis investasi berbasis syariah. Untuk saham acuannya yaitu Jakarta Islamic Index (JII) dan Daftar Efek Syariah (Des). Untuk pasar uang berbentuk deposito syariah sementara untuk obligasi dinamakan sukuk.

Saham yang akan masuk ke JII harus melalui penyaringan dan memenuhi persyaratan diantaranya tidak menjalankan bisnis non halal seperti perjudian atau alkohol.